Beriman kepada hari akhir iaitu hari kiamat merupakan salah satu rukun iman dan merupakan bagian paling utama dari beberapa bagian akidah. Bahkan, merupakan unsur terpenting setelah keimanan kepada Allah swt.
Hari akhir atau hari kiamat adalah hari berakhir dan hancurnya alam semesta. Segala yang masih hidup akan mati, langit dan bumi akan diganti, bukan lagi langit dan bumi yang seperti sekarang.
Adapun mengenai waktu terjadinya kiamat itu, tidak ada seorang pun yang mengetahuinya, kecuali Allah. Allah swt. berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya : “Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. kiamat itu Amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui“. (QS. Al-A’raf : 187).
Tiada satu makhluk Allah pun yang mengetahui waktu datangnya hari kiamat, bahkan nabi atau malaikat yang paling dekat dengan Allah sekalipun. Hanya Allah yang mengetahui datangnya hari kiamat.
Meskipun demikian, Allah swt. memberitahukan kepada kita melalui Rasulullah saw. mengenai tanda-tanda dekatnya hari kiamat. Allah sengaja merahasiakan waktu tibanya hari kiamat karena adanya hikmah syariat. klaksudnya adalah agar manusia lebih memperhatikan ketaatan terhadap Allah dan lebih menghindari diri dari perbuatan maksiat.
Hal ini sama seperti dirahasiakannya ajal (waktu kematian) manusia karena kematian juga merasakan kiamat sugra (kiamat kecil). Seluruh makhluk yang bernyawa pasti akan mati dan ajal bagi tiap-tiap makhluk itu telah ditentukan oleh Allah. Akan tetapi, tidak ada seorang pun yang mengetahui waktu kematiannya tiba.
Apabila manusia telah mati, maka ruh berpisah dari jasadnya. Ruh berada alam barzah atau alam kubur. Di sinilah ruh manusia menunggu sampai hari kiamat terjadi. Di alam barzah, manusia akan didatangi oleh dua malaikat. Mereka adalah Malaikat Munkar dan Nakir yang akan bertanya tentang keimanan dan amal perbuatannya selama hidup di dunia.
Maka berbahagialah orang yang mati dalam keadaan beriman dan taat pada Allah swt. karena dia akan merasakan kenikmatan di alam kuburnya. Sementara itu, orang yang mati dalam keadaan tidak beriman kepada Allah swt. Dan tidak membawa amal saleh di alam kuburnya akan merasakan siksaan yang amat berat.
Apabila manusia mati, maka putuslah (habislah) semua kesempatan untuk beramal. Akan tetapi, terdapat tiga amal perbuatan manusia yang terns mengalir pahalanya walaupun dia telah meninggal dunia. Ketiga amal tersebut adalah sebagai berikut :
- Sedekah jariyah. Misalnya mewakafkan tanah untuk masjid dan menggali dan membangun sumur untuk keperluan umum.
- Ilmu yang bermanfaat. Misalnya, orang yang suka mengajarkan ilmu agama kepada orang lain ketika di dunia, orang yang suka mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, dan orang yang menjadi pelopor amal kebaikan.
- Orang tua yang meninggal dunia meninggalkan anak-anak yang saleh yang selalu mendoakan keduanya.
Nama-nama Hari Akhir
Di dalam Al-Qur’an, Allah swt. telah menyebutkan nama-nama hari kiamat. Lima nama di antaranya akan dijelaskan di bawah ini :
- Yaumul Ba’tsi, artinya hari kebangkitan. Dinamai had kebangkitan karena pada hari itu manusia dibangkitkan dari kuburnya dan ruh-ruh mereka dikembalikan kepada jasad masing-masing. Akan tetapi bukan jasad yang sekarang, melainkan jasad yang telah diganti oleh Allah.
- Yaumul Hasyri, artinya hari perkumpulan. Dinamai hari perkumpulan karena pada hari itu seluruh manusia dikumpulkan di suatu padang yang bernama Mahsyar. Setelah manusia dibangkitkan dari kubumya masing-masing, mereka semua digiring oleh Allah dan dikumpulkan di alam Mahsyar untuk diadili oleh Allah mengenai amal perbuatannya ketika di dunia.
- Yaumul Hisab, artinya hari perhitungan. Dinamai hari perhitungan karena pada hari itu amal-amal perbuatan manusia akan diperhitungkan oleh Allah swt. Manusia akan menjalani perhitungan atas segala amal perbuatannya yang baik maupun buruk. Setiap anggota tubuh manusia akan menjadi saksi atas perbuatannya. Tangan akan berbicara, kaki akan menjadi saksi, tanah akan menceritakan perihal perbuatannya, sementara mulutnya dikunci oleh Allah swt. Dengan demikian, tidak akan ada seorang pun yang berani mengingkari apa-apa yang telah diperbuatnya karena yang menjadi saksi adalah anggota badannya sendiri.
- Yaumul Mizan, artinya hari penimbangan. Pada hari itu, antara amal kebaikan dan amal keburukan manusia akan ditimbang oleh Allah dengan seadil-adilnya. Barangsiapa yang timbangan amal kebaikannya lebih berat daripada timbangan amal keburukannya, maka dia akan mendapatkan keridaan Allah (dimasukkan ke dalam surga). Namun, barangsiapa timbangan amal kebaikannya lebih ringan daripada timbangan amal keburukannya, maka dia akan dimasukkan ke dalam neraka yang sangat pangs.
- Yaumul Jaza’, artinya hari pembalasan. Pada hari itu, Allah swt. akan membalas setiap amal perbuatan manusia, yang baik maupun yang buruk. Amal kebaikan akan dibalas dengan surga sedangkan amal buruk akan dibalas dengan azab neraka.
Tanda-tanda Hari Akhir (Kiamat)
Hari akhir atau hari kiamat pasti akan datang. Tentang peristiwa dan waktu hari tersebut datang dan terjadi, hanya Allah swt. yang mengetahuinya. Namun, Allah memberikan peringatan kepada manusia mengenai datangnya hari kiamat tersebut.
Peristiwa-peristiwa pads Hari Kiamat
Allah swt. telah memberi peringatan kepada manusia agar membekali diri dengan keimanan dan ketakwaan agar selamat dari kedahsyatan hari kiamat sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an surah Al-Hajj 22 ayat 1-2 yang artinya sebagai berikut : ”Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu,- sungguh. guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar. (Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (goncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya. dan se-tiap perempuan yang hamil akan kegu-guran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras.” (Q.S. AI-Hajj [22] :1-2)
Dalam surah Al-Qari’ah [101] ayat 1-5, Allah swt. juga telah menggambarkan mengenai kejadian-kejadian hari kiamat sebagai berikut: ”Hari Kiamat, Apakah hari Kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?’Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan, dan gununggunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.”, (Q,S,AI-Qari’ah : 1-5)
Lebih jelas lagi, Allah swt. menggambarkan peristiwa hari kiamat itu dalam surah AI-Zalzalah [99]: 1-8. Adapun artinya adalah sebagai berikut : ”Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. Dan manusia bertanya, ”Apa yang terjadi pada bumi ini?”Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) padanya. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok,untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatannya. Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barangsiapa mengeriakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (Q. S. AlZalzalah [99].1-8)
Demikianlah beberapa gambaran tentang peristiwa hari kiamat yang diterangkan oleh Allah swt. Dalam Al-Qur’an. Tujuannya agarmanusia berwaspada dan selalu mempersiapkan diri dengan keimanan dan ketakwaan. Hal yang baik adalah jika kita tidak mendapati bencana kiamat dalam keadaan masih hidup. Rasulullah saw. bersabda:
”Termasuk golongan seburuk-buruk manusia ialah orang-orang yang mendapati tibanya hari kiamat, sedangkan ia masih hidup.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Beberapa Tanda Hari Kiamat
Rasulullah saw. pernah ditanya oleh Malaikat Jibril a.s., “Ya Rasulullah, terangkan padaku kapan terjadinya hari kiamat?” Nabi saw. menjawab, ”Orang yang ditanya tidak lebih mengetahui daripada yang bertanya.” Kemudian Malaikat Jibril bertanya lagi, ”Terangkan padaku tentang tanda-tanda hari kiamat!” Maka Nabi saw. menjelaskan beberapa tanda dekatnya hari kiamat. Adapun tanda dekatnya kiamat itu dibagi dua, yaitu tanda-tanda kecil dan tanda-tanda besar.
a. Tanda-tanda kecil dekatnya hari kiamat
Sebagai bahan renungan bagi kita, berikut ini akan disebutkan sepuluh tanda-tanda kecil dekatnya hari kiamat:
1) Apabila budak wanita telah melahirkan tuannya. Hal ini adalah kiasan dari banyaknya kedurhakaan anak terhadap ibunya sehingga si anak memperlakukan ibunya seakan-akan dia adalah majikan dari ibunya itu.
2) Apabila urusan-urusan telah diserahkan kepada yang bukan ahlinya. Banyak terjadi pembunuhan di mana-mana.
3) Minuman keras sudah dianggap biasa.
4) Banyaknya perbuatan zina dan perbuatan kotor.
5) Banyak ulama yang saleh dan alim yang meninggal dunia.
6) Umat Islam bermegah-megahan dan berbangga dengan keindahan masjid
7) Banyak terjadi gempa bumi (bencana alam) di mana-mana.
8) Terasa beratnya orang Islam untuk menjalankan syari’at agamanya.
b. Tanda-tanda Besar Menjelang Hari Kiamat
Berikut ini merupakan lima di antara tanda-tanda besar kiamat :
1) Munculnya Dajjal. Dajjal adalah seorang laki-laki dari bangsa manusia yang berasal dari kaum Yahudi yang sangat buruk, berperangai dan berbentuk seperti setan. Matanya buta sebelah dan di keningnya terdapat tulisan kaf,fa’, ra’ (kafir). Munculnya Dajjal merupakan fitnah (ujian) paling besar di akhir zaman terhadap keimanan seseorang juga merupakan bencana paling buruk.
2) Turunnya Nabi Isa bin Maryam a.s. Kaum muslimin memiliki keyakinan bahwa Isa bin Maryam a.s. tidaklah terbunuh dan tidak disalib, tetapi beliau diangkat oleh Allah ke langit. Pada akhir zaman, beliau akan turun kembali ke dunia untuk membunuh Dajjal dan memenangkan Islam serta menyeru manusia kepada Islam.
3) Keluarnya Yajuj Majuj. Yajuj Majuj adalah bangsa manusia keturunan dari Yafit bin Nuh. Mereka akan keluar menjelang hari kiamat setelah Nabi Isa a.s. membunuh Dajjal. Yajuj Ma`juj juga keluar sebagai fitnah (ujian) keimanan bagi orang-orang mukmin.
4) Terbitnya matahari dari sebelah barat. Terbitnya matahari dari sebelah barat menjelang terjadinya hari kiamat adalah pertanda sudah ditutupnya pintu tobat. Setelah itu, tidak akan diterima keimanan siapa pun yang belum beriman sebelumnya.
5) Keluarnya binatang bumi (dabbatul ardhi). la adalah seekor binatang yang besar, berbulu panjang, berbulu roma pendek dan halus, mempunyai beberapa kaki, dan bisa berbicara. Binatang ini keluar untuk memberi tanda kepada orang mukmin dan orang kafir hingga jelas terlihat perbedaan wajah mereka. Orang mukmin wajahnya bersinar cerah, sedangkan orang kafir wajahnya hitam suram.
Perilaku Orang yang Beriman kepada Hari Akhir
Dalam sebuah hadits diterangkan bahwa pada zaman Rasulullah saw. Apabila terjadi angin ribut, maka para sahabat cepat-cepat masuk ke masjid karena khawatir apabila hari kiamat telah tiba.
Begitulah seharusnya sikap orang yang beriman kepada hari akhir (kiamat), yaitu senantiasa merasa bahwa kiamat itu dekat. Dengan demikian, ia akan selalu berhati-hati dalam bertindak dan berucap. Hal itu karena ia meyakini bahwa setiap ucapan dan tindakannya selalu dicatat oleh dua malaikat pencatat amal, yaitu Raqib dan ‘Atid serta oleh bumi yang dipijak juga anggota tubuhnya di akhirat kelak akan menjadi saksi atas perbuatannya. Selain itu, setiap amal perbuatannya itu akan dibalas oleh Allah swt. Amal saleh dibalas dengan surga dan amal kejahatan dibalas dengan neraka.
Kesaksian Bumi bagi Amal Perbuatan Manusia
Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. membaca ayat ’Yaumaidzin tuhadditsu akhbaraha (pada hari itu bumi menceritakan berita-beritanya; Q.S. Al zalzalah [99] – 4), lalu beliau bersabda, "Tahukah kalian berita apa yang diceritakan oleh bumi itu?”
Mereka menjawab, ”Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau bersabda. ”Berita bumi yaitu kesaksian atas perbuatan setiap manusia baik lelaki maupun wanita yang telah dilakukan di muka bumi. Bumi akan mengatakan. ”Orang ini telah melakukan begini dan begitu.” (HR. Ibnu Hibban).
Dengan demikian, saksi amalan bagi manusia di alam akhirat nanti bukan saja anggota tubuhnya. Namun, alam (bumf) pun akan bersaksi terhadap segala yang dilakukan oleh seseorang semasa hidupnya. Oleh karena itu, berbuatlah kebajikan selama kita hidup di dunia. Bertakwalah dengan sesungguh-sungguhnya takwa kepada Allah swt.
1. Jin berasal dari Jan (Bapak Jin) dan gelarannya Azazil. Dicipta dari api (biru), dan telah beramal puluh ribu tahun lamanya.
3. Jin Islam pula terbahagi kepada dua iaitu Jin Islam(Soleh) dan Jin Tidak Islam (Tidak Soleh). Syaitan yang turun kesemuanya jahat (tidak Islam).
4. Makanannya dari Api (Asap). Itu sebab orang-orang Melayu dilarang mengunakan kemenyan kerana Jin paling suka dengan asap yang busuk.Tetapi orang-orang melayu ini degil, suka sangat dengan asap kemenyan. Beliau
menambah, orang-orang yang suka hisap rokok itu, adik-beradik jin lah tuu (sambil berseloroh).
5. Tempat tinggal Jin seperti di awan, sungai, hutan, lombong, laut, tempat-tempat tinggi (klcc), tandas dan kubur.
6. Beliau menasihat apabila ingin buang air di perjalanan (contohnya jalanraya), perlu baca ” Sala Mun, ‘Ala Sulaiman, Fil ‘alamin.” Mengikut sirahnya jin sangat takut dengan Nabi Sulaiman. Orang-orang Melayu suka
sangat membaca ucapan, “Ampun Datuk, Anak cucu tumpang lalu” Masa bila pulak jin dapat pangkat datuk. Dan masa bila pula, kita jadi cucu cicit jin!!!!
7. Jin tidak mengetahui akan alam ghaib, itu sebab jika ada dukun atau bomoh yang tahu menilik-nilik nasib, pembohong….” Sirahnya apabila Nabi Sulaiman, memerintahkan jin untuk membina istananya, sehingga Nabi Sulaiman meninggal pun jin tidak perasan/tahu. Semasa itu Nabi Sulaiman duduk di kerusinya dengan tongkat kayu. Dan jin tekun membuat kerja di hadapan-nya. Sehingga anai-anai memakan tongkatnya dan tongkat tersebut reput dan jatuh serta Nabi Sulaiman pun jatuh, maka barulah tahu oleh jin bahawa Nabi Sulaiman telah mangkat.
8. Manusia juga dilarang membuang air di lombong-lombong yang airnya tenang, terutama di waktu tengah malam. Jin suka mandi di situ, waktu itu. Di larang juga buang air di lubang-lubang (tanah).
9. Rumah-rumah yang lama tidak berpenghuni atau rumah yang baru siap belum duduk lagi, jin suka tinggal di situ. Sebelum duduk rumah baru, di galakkan membaca surah Al-Baqarah, sehingga habis. Jin lari selama 3 hari. Tidak perlu tepung tawar bagai…. orang melayu suka sangat menepung tawar !!!
10. Jika budak menangis tengah-tengah malam, azankan 7 ~ 10 kali, jika tidak bacakan ayat Kursi dengan cara 9 kali henti (tekniknya) sebab beliau pernah jumpa orang yang di rasuk.
source : http://feryco.com/10-perkara-mengenai-jin
10 Gangguan Syaitan Ketika Solat
0 comments Posted by القيسية (Al Qaysiyya) at Saturday, September 18, 2010Antara gangguan itu adalah:
Saat membaca takbiratul ihram, 'Allahu Akbar', seseorang akan berasa ragu-ragu apakah takbir yang dilakukannya itu sah atau belum sah. Sehingga dia mengulanginya sekali lagi dengan membaca takbir. Perasaan itu akan berterusan kadang-kadang sampai imam hampir rukuk.
Ibnu Qayyim berkata, "Termasuk tipu daya syaitan yang banyak mengganggu mereka adalah was-was dalam bersuci (berwuduk) dan niat atau saat takbiratul ihram dalam solat". Was-was itu membuat mereka terseksa.
2) Tidak memberi tumpuan ketika membaca bacaan dalam solat.
Sahabat Rasulullah, Uthman bin Abil 'Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syaitan hadir dalam solatku dan membuat bacaanku salah." Rasulullah menjawab, "Itulah syaitan yang disebut dengan khinzib.
"Apabila kamu berasakan kehadirannya, ludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah. Aku pun melakukan hal itu dan Allah SWT gangguan itu dariku" (Hadis Riwayat Muslim).
3) Lupa jumlah rakaat yang dikerjakan
Abu Hurairah r.a berkata, "Sesungguhnya Rasulullah bersabda yang bermaksud: "Jika seorang daripada kalian solat, syaitan akan datang kepadanya untuk menggoda sampai mereka tidak tahu berapa rakaat yang dikerjakan. Apabila seorang daripada kalian mengalami hal itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam." (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).
4) Hadirnya fikiran yang memalingkan tumpuan
Abu Hurairah berkata, "Rasulullah bersabda yang bermaksud: "Apabila dikumandangkan azan solat, syaitan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara azan.
Apabila muazin selesai azan, ia kembali lagi dan jika iqamat dikumandangkan dia berlari. Apabila selesai iqamat, dia kembali lagi.
Ia akan selalu bersama orang yang solat seraya berkata kepadanya,'Ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat!' Sehingga orang itu tidak tahu berapa rakaat ia solat." (Hadis Riwayat Bukhari).
5) Tergesa-gesa menyelesaikan solat
Ibnu Qayyim berkata: "Sesungguhnya tergesa-gesa itu datang daripada syaitan, kerana tergesa-gesa adalah sifat gelabah yang menghalangi seseorang untuk berhati-hati, tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya.
Tidak ada ketenangan atau thuma'ninah. Pada zaman Rasulullah ada orang solat dengan tergesa-gesa. Akhirnya Rasulullah memerintahkannya untuk mengulanginya kerana solat yang ia kerjakan belum sah.
Rasulullah bersabda kepadanya, "Apabila kamu solat, bertakbirlah (takbiratul ihram). Lalu bacalah daripada al-Quran yang mudah bagimu, lalu rukuklah sampai kamu benar-benar rukuk (thuma'ninah), lalu bangkitlah daripada rukuk sampai kamu tegak berdiri.
Kemudian sujudlah sampai kamu benar-benar sujud (thuma'ninah) dan lakukanlah hal itu dalam setiap rakaat solatmu." (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).
6) Melakukan gerakan yang tidak perlu
Dahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika sedang tasyahud. Ia membolak-balikkannya. Melihat hal itu, Ibnu Umar segera menegurnya selepas solat.
"Jangan bermain kerikil ketika solat kerana perbuatan itu berasal daripada syaitan. Tapi kerjakan seperti apa yang dikerjakan Rasulullah". Orang itu bertanya, "Apa yang dilakukannya? "Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya di atas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat atau tempat sujud. "Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah s.a.w," kata Ibnu Umar (Hadis Riwayat Tirmidzi).
7) Melihat ke kiri atau ke kanan ketika solat
Sedar atau tidak, jika seseorang itu melihat ke kiri atau ke kanan, itu akibat godaan syaitan yang menggoda. Kerana itu, selepas takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik iaitu tempat sujud. Sehingga perhatian kita menjadi fokus dan dicuri syaitan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Aisyah beliau berkata, "Saya bertanya kepada Rasulullah hukum melihat ketika solat". Rasulullah menjawab, "Itu adalah curian syaitan atas solat seorang hamba." (Hadis Riwayat Bukhari).
8) Menguap dan mengantuk
Rasulullah bersabda bermaksud: "Menguap ketika solat itu daripada syaitan. Kerana itu, apabila kamu ingin menguap, tahanlah." (Hadis Riwayat Thabrani).
Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda, "Ada pun menguap itu datangnya daripada syaitan, hendaklah seseorang mencegahnya (menahannya) selagi boleh. Apabila ia berkata 'ha...' bererti syaitan tertawa dalam mulutnya" (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).
9) Bersin berulang kali ketika solat
Syaitan ingin mengganggu kekhusyukan solat dengan bersin sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas'ud, "Menguap dan bersin dalam solat itu daripada syaitan." (Riwayat Thabrani).
Ibnu Mas'ud berkata, "Bersin yang tidak disenangi Allah adalah yang terjadi dalam solat sedangkan bersin di luar solat itu tetap disenangi Allah. Hal itu tidak lain kerana syaitan memang ingin mengganggu solat seseorang dengan pelbagai cara."
10) Terasa ingin buang angin atau buang air
Rasulullah bersabda yang bermaksud: "Apabila seorang daripada kalian bimbang apa yang dirasakan di perutnya apakah keluar sesuatu daripadanya atau tidak, janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia yakin mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya" (Hadis Riwayat Muslim).
Berbahagialah orang Muslim yang selama ini terbebas daripada pelbagai macam gangguan syaitan dalam solat mereka. Semoga kita semua dibebaskan Allah daripada gangguan berkenaan.
Bagi yang berasakan gangguan itu, sebahagian atau keseluruhannya, janganlah putus asa untuk berjihad melawan syaitan terkutuk.
Pantang DiTanya Terus Berfatwa
0 comments Posted by القيسية (Al Qaysiyya) at Friday, September 03, 2010Suatu ketika Amirul Mukminin 'Umar bin al-Khattab keluar menuju ke Syam bersama-sama sejumlah teman-temannya termasuk Abu 'Ubaidah al-Jarraah. Kemudian mereka tiba di tebing sungai. 'Umar turun dari untanya, kemudian menanggal dan meletakkan kasutnya di bahu. Lalu ditarik tali kekang untanya sambil menyeberangi sungai tersebut.
'Umar bin al-Khattab seraya berkata: "Sekiranya yang berkata seperti ini, orang selain darimu, nescaya aku akan memukulnya sebagai pengajaran ke atas umat Muhammad. Dahulu kita merupakan kaum yang hina, kemudian Allah muliakan kita dengan Islam. Oleh itu, apa jua usaha untuk mencari kemuliaan selain Islam, maka Allah akan meletakkan kita dalam kehinaan." (riwayat al-Hakim)
Tidak hairanlah jika manusia seperti ini ditakuti syaitan, sebagaimana sabda Nabi Muhammad, maksudnya: "Jika syaitan bertemu denganmu di suatu jalan, nescaya dia akan memilih jalan yang lain." (hadis riwayat al-Bukhari).
Bagi 'Umar bin al-Khattab agama Islam merupakan satu kemuliaan paling besar dalam seluruh kehidupannya. Beliau menampilkan Islam bukan sahaja pada perwatakan peribadi bahkan dalam urusan politik, ekonomi, ketenteraan, sistem pentadbiran dan muamalat. Inilah bukti bahawa kehidupan 'Umar sesuai dengan fitrahnya iaitu Islam.
Sabda Nabi Muhammad, maksudnya: "Tiada satu pun anak yang lahir kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Orang tuanyalah yang menjadikan dia yahudi, nasrani atau majusi." (hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)
Kekuatan bukan pada kuantiti
Apabila Islam dimuliakan pasti Muslim beroleh kejayaan. Tetapi apabila Islam dipinggirkan pasti Muslim beroleh kehinaan. Sejarah telah membuktikan ketika pemerintah 'Umar, empayar Islam berkembang dengan pesat; Mesopotamia, Syam, empayar Parsi, Mesir, Palestin, Syria, Afrika Utara dan Armenia berjaya ditawan olehnya. Sebanyak 1036 bandar ditawan dan 4,000 masjid dibina.
Kekuatan umat Islam pada ketika itu terbukti apabila berlaku peperangan Yarmuk menyaksikan tentera Islam yang berjumlah 40,000 orang telah berjaya menumpaskan tentera Byzantine yang berjumlah 120,000 orang. Hanya berbekalkan iman dan takwa mereka berjaya. Jelaslah bahawa kekuatan sebenar bukan terletak pada kuantiti sebaliknya pada kualiti seorang pejuang.

Ibnu Kathir ketika menafsirkan ayat ini berkata: "Janji Allah pasti benar, dan sesungguhnya pertolongan dari Allah tidaklah bergantung kepada kuantiti atau kelengkapan perang". (Tafsir al-Quran al-'Adzhim). Maksudnya, apabila Allah menghendaki kemenangan sesuatu golongan, maka ia pasti berlaku walaupun jumlah mereka kecil atau kelengkapan mereka kurang.
Hari ini, jumlah atau kuantiti menjadi satu medium penting manusia untuk mencapai apa yang dicita. Politik hari ini sentiasa cintakan jumlah. Kukuhnya ekonomi juga bergantung kepada jumlah. Kekuatan tentera hari ini turut bergantung kepada jumlah.
Tetapi manusia lupa tingkatkan jumlah iman di hati. Menyebabkan segala jumlah yang ada sia-sia. Tiada usaha untung menghitung jumlah iman. Seruan untuk iman hanyalah selingan, dunia diberi keutamaan dan kemenangan sering didoakan. Jika keadaan seperti ini berterusan, bagaimana nak harapkan bantuan Allah ke atas kalian? Agama seolah-olah hak ekslusif.
Bantuan Allah datang bersyarat, firman-Nya, bermaksud: "jika kamu menolong (agama) Allah, nescaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu" (surah Muhammad, 47:7)
Penolong agama Allah pasti akan dibantu, bahkan akan diperkukuhkan kedudukannya di atas muka bumi. Bantuan yang Allah janji pasti kekal abadi, bantuan manusia hanyalah drama bersifat sementara. Jika kita beriman pada ayat di atas, bertanyalah; Apa ada pada jumlah jika kualitinya tiada?
Sebagai contoh, jumlah ahli parti yang ramai tetapi tidak berilmu, maka perjuangan tidak akan konsisten. Penulis tidak nafikan bahawa sebahagian daripada mereka ikhlas dalam membantu parti masing-masing, tetapi jika keikhlasan tersebut tidak dianyam dengan dengan ilmu pengetahuan, maka kegagalan bakal tiba.
Sebahagian yang berilmu pula fanatik dan berminda sempit. Mana mungkin perpaduan terhasil. Bahkan mereka menjadikan agama seolah-olah hak ekslusif. Agama milik kami. Apa yang kamu lakukan bukan Islam, apa yang kami laksanakan semua Islam. Itulah perkataan-perkataan sumbang bukti kedangkalan mereka. Dan yang membimbangkan lahirnya ideologi neo-khawarij, apabila wujud sikap kafir mengkafir dan sering mencari kesalahan orang lain.
Paling bermasalah adalah yang tidak berilmu mengaku berilmu, pantang ditanya terus berfatwa. Baru-baru ini, kita dikejutkan dengan kenyataan seorang tokoh ilmuan tersohor di Malaysia: "tindakan Perlis keluar dari jamaah dan mengambil jalan sendiri kononnya mengembangkan Islam tanpa mazhab adalah salah dan mesti ditentang."
Perlembagaan negeri Perlis sebenarnya menyatakan ketidakterikatan dengan mana-mana mazhab. Maksudnya, Perlis menerima semua mazhab Ahli Ssunnah wal Jamaah. Perlis menerima Mazhab Hanafi, Maliki, Syafie, Hanbali dan seluruh mazhab-mazhab yang dipelopori oleh Ahlu Sunnah. Bahkan, perlembagaan ini tidak bercanggah dengan mana-mana artikel dalam perlembagaan persekutuan.
Ini menunjukkan bahawa Perlis mengamalkan dasar terbuka dan menghormati semua ulama. Penulis tidak bermaksud menyentuh perlembagaan negeri lain. Itu terpulang kepada hak masing-masing. Yang paling penting perlu ada sikap hormat-menghormati antara satu dengan yang lain walau berbeza pandangan. Jangan kerana kejumudan ia membawa kepada perpecahan tercela.
Malu dengan agama sendiri
Hal ini mengingatkan penulis kepada satu hadis Nabi, maksudnya: "Sesungguhnya Allah tidak menghilangkan ilmu (di atas dunia) dengan mengangkatnya. Sebaliknya, Allah menghilangkan ilmu dengan mematikan ulama. Lalu manusia melantik si jahil sebagai ketua mereka, kemudian ditanya soalan kepada si jahil. Maka si jahil mengeluarkan fatwa tanpa ilmu, maka dia telah sesat lagi menyesatkan." (hadis riwayat al-Bukhari).
Oleh itu, sekiranya jumlah yang banyak tidak diisi dengan ilmu akidah, ibadah dan akhlak, maka kejayaan sesuatu kaum hanyalah mimpi yang indah. Inilah janji Allah Ketiga-tiga elemen ini hendaklah disekalikan agar wujud kader-kader yang mantap. Tinggalkan sikap berilmu tapi tidak berakhlak, atau berakhlak tetapi tidak berilmu.
Contoh yang lain, manusia hari ini juga menjadikan kelengkapan perang, nuklear, atom, jet dan lain-lain sebagai kayu ukur kekuatan ketenteraan sesebuah negara. Iran negara Syiah digeruni dengan nuklearnya, perselisihan antara Korea Utara dan Korea Selatan kerana nuklear. Rusia dan Amerika ditakuti kerana kelengkapan senjatanya.Jika rasa takut pada manusia kita dahulukan, maka kita akan mengutamakan jumlah kekuatan, persiapan dan kelengkapan senjata. Tetapi jika rasa takut pada Allah kita utamakan, maka usaha untuk melahirkan pejuang-pejuang yang ikhlas, beriman lagi beramal soleh lebih dititikberatkan. Oleh itu rasa takut yang mana perlu kita dahulukan? Ingat, janji Allah bersyarat. Hairan, di mana iman umat Islam pada ayat-ayat Allah?
Pejuang terdahulu dilatih dengan iman dan takwa, pejuang kini dilatih dengan harta dan kuasa. Pejuang dahulu ikhlas kerana agama, pejuang kini menjunjung dunia. Pejuang dahulu tewas sebagai syuhada, pejuang kini tunduk kepada dunia sebagai hamba. Dua sesi latihan yang berbeza, sudah tentu hasilnya tak sama.
Oleh itu, nilailah sendiri wahai manusia, di mana kedudukan kita? Apa keutamaan kita? Sayangnya, umat Islam hari ini malu dengan agamanya sendiri, akhirnya Islam dicemuh kerana sikap si Muslim.
Sumber: http://www.malaysiakini.com/columns/140685
Bismillahirrahmanirrahim,
INI cerita pengalaman seorang sahabat. Ia berlaku lama dahulu ketika dia masih menuntut di sebuah pusat pengajian tinggi terkemuka di Selangor.
Setiap kali tiba Ramadan dan berkumpul untuk berbuka bersama, pasti cerita ini akan meniti di bibir rakan-rakan yang pernah tinggal sebilik dengannya.
Entahkan ujian atau gurauan alam, dua kali Ramadan di kampus tersebut, dia mengalami perkara yang sama.
Sahabat ini, biar dinamakan Aida sahaja, memang gemar mengaji al-Quran. Ada waktu terluang, pasti kitab suci itu yang akan menjadi temannya.
Menjadi amalan rutin selepas bersolat tarawih di masjid berhampiran, Aida akan meluangkan masa kira-kira sejam untuk membaca al-Quran.
Suatu malam, seperti biasa, Aida duduk di satu sudut di dalam masjid.
Sudah bertahun, semenjak semester pertama lagi, tempat itu menjadi kegemarannya.
Jauh daripada laluan orang ramai dan agak sunyi untuknya menghayati ayat-ayat suci tersebut tanpa gangguan.
Setelah beberapa minit membaca, Aida perasan ada seseorang yang duduk di belakangnya.
Dia sendiri tidak sedar sudah berapa lama wanita berbaju putih itu duduk betul-betul di belakangnya.
Tanpa mempedulikan wanita yang memakai tudung seperti wanita Arab itu, Aida meneruskan bacaan.
Apa yang pasti, wanita itu hanya menunduk setiap kali Aida mengerling ke arahnya.
Cuma, cerita Aida, dia terasa pelik kerana wanita itu mengikut bacaannya dalam nada perlahan namun masih jelas di telinga Aida.
Dibiarkan saja wanita itu begitu. Lagipun, getus hati Aida, suaranya cukup merdu. Tapi apabila ada bacaan Aida yang tidak kena, wanita itu akan menegur.
Imbas Aida, wanita itu akan membaca semula ayat yang salah tadi dan membetulkannya tetapi dalam nada tegas.
Meskipun hairan, Aida mengikut sahaja bacaan seperti yang dibetulkan oleh wanita itu.
Aida sendiri langsung tidak terasa hendak menoleh ke belakang lagi.
Setelah hampir satu jam lebih dan bacaan juzuk itu berakhir, Aida menutup al-Quran dan berpaling untuk berterima kasih pada wanita itu.
Alangkah terkejutnya dia kerana tiada sesiapa pun di belakangnya. Apa yang tinggal hanya bauan wangi di tempat duduk wanita itu.
Setahun berlalu dan Ramadan kembali. Aida masih dengan rutinnya membaca al-Quran sementelah tahun tersebut, dia mengambil beberapa subjek berkaitan pengajian dan tafsir al-Quran.
Hinggalah satu malam, dia seolah-olah dikejutkan untuk bangun bersolat malam dan bertahajud.
Mula-mula Aida menganggap ada rakan sebilik yang menarik ibu jari kaki kanan atau berbisik di telinganya agar dia bangun pada pukul 3.30 pagi.
Anggapannya meleset kerana apabila ditanya, tiada seorang pun rakan yang mengaku mengejutkan Aida.
Sejak itu, dia merupakan orang yang paling awal bangun sama ada untuk bersahur atau solat Subuh.
Ujar Aida, mahu memikirkan hantu, ia hanya berlaku pada bulan Ramadan, yang lazimnya hantu, iblis dan syaitan didakwa dibelenggu pada bulan mulia itu.
Bagi menyedapkan hati, Aida menganggap wanita yang mengaji bersamanya itu adalah jin Islam yang sama-sama mahu menghayati kalam suci itu.
Kali terakhir penulis berjumpa Aida, dia masih ditemani wanita tersebut pada waktu tertentu sepanjang bulan Ramadan.
Sumber: http://www.kosmo.com.my/kosmo/content.asp?y=2010&dt=0822&pub=Kosmo&sec=Rencana_Utama&pg=ru_02.htm
Bismillahirrahmanirrahim,
Sekarang ni ramai yang pakai cincin....tapi ikut suka dia je..sunnah Nabi SAW jarang nak ikut ..
Dikatakan bahawa menyimpan sebatang jari kuku yang panjang, dosanya sama seperti memelihara sekandang babi !!!! ..oppss khinzir lembut sikit , jika kesemua jejari kita menyimpan kuku yang panjang.... bayangkanlah dosa yang telah kita tanggung untuk kesemua babi-babi tersebut..... potonglah kuku anda.
Jangan ada niat simpan kuku panjang , walaupun hanya 1 mm atau pun hanya jari kelingking. Bagi orang Islam adalah tidak sesuai berkuku panjang atas apa alasan sekalipun kerana ia tidak membayangkan kesucian dan ia juga bukan budaya kita apatah lagi menggunakan tangan untuk beristinjak.
Orang Melayu yang berkuku panjang biasanya mempunyai anak yang bodoh atau pun degil dan suka buat onar sebab diberi makan bahan kotor yang berada di kuku jari emaknya semasa menyediakan makanan seperti memerah santan kelapa, buat cokodok pisang, uli tepong, dll. Apa ilmu pun yang di ajar pun tak akan boleh diterima masuk ke dalam kepala.
Percayalah. Untuk yang bujang beringat lah. Kalau hendak cari pasangan dan mahu anak yang pandai dan mendengar kata pilihlah wanita atau lelaki yang sentiasa berkuku pendek. InsyaAllah.
Untuk makluman semua, kuku panjang mempunyai sejenis kuman seperti yang terdapat dalam najis manusia, iaitu E-Coli. Kuman tersebut tidak akan hilang walaupun kita mencuci tangan dengan sabun. Oleh itu, sentiasalah berkuku pendek untuk kesihatan dan kebersihan diri sendiri. Ini tak termasuk korek taik hidung, telinga dan sewaktu dengannya..
Nasihat Nabi Muhammad SAW kepada Saidina Ali kwj. sesudah bernikah dengan Siti Fatimah iaitu anakanda kesayangan , Nabi Muhammad SAW berpesan kepada Saidina Ali iaitu kalau memakai cincin pakailah di jari
1] jari manis
2] jari kelingking (anak jari)
dan jangan memakai pada jari
1] jari tengah
2] jari telunjuk
Nabi Muhammad SAW melarang kerana memakai cincin pada jari telunjuk dan jari tengah adalah meniru cara berhias kaum yang dilaknat oleh Allah iaitu kaum yang derhaka di zaman Nabi Lut a.s.
Perhatian, cara memakai cincin adalah termasuk lelaki atau pun perempuan.
P/S : Saudara dan saudari, sila nasihatkan kawan-kawan dan juga saudara-mara ataupun anak-anak tentang kaedah yang betul untuk berhias di dalam syariat Islam, kalau tidak sia-sia saja kita mendapat laknat dari Allah Swt. Nabi saw. memakai cincin dan kalau kita memakai cincin dengan niat mengikut sunnah Nabi saw. senang je kita dapat pahala.
DAH HABIS BACA TU SHARE LAH PD KEKAWAN YG MUNGKIN ADA YANG BELUM TAHU...INSYA'ALLAH BITAUFIQ MAANNAJAH....
((Adapun tentang jari mana yang hendak didahulukan ketika memotong kuku, al-Imam Ibn Hajar al-'Asqalani (10/345) menyebut:
لم يثبت في ترتيب الأصابع عند القص شيء من الأحاديث .... وقد أنكر ابن دقيق العيد الهيئة التي ذكرها الغزالي ومن تبعه وقال : كل ذلك لا أصل له ، وإحداث استحباب لا دليل عليه ، وهو قبيح عندي بالعالم ، ولو تخيل متخيل أن البداءة بمسبحة اليمنى من أجل شرفها فبقية الهيئة لا يتخيل فيه ذلك . نعم ، البداءة بيمنى اليدين ويمنى الرجلين له أصل وهو (كان يعجبه التيامن)
Maksudnya: "Tidak thabit dalam tertib jari-jari ketika memotong kuku sesuatu hadith pun... Ibn Daqiq al-'Ied telah mengingkari bentuk (memotong kuku) yang telah disebut oleh al-Ghazali dan orang yang mengikutnya, dengan berkata: "Semua cara-cara itu tidak ada asalnya, dan untuk mengatakan ia suatu yang digalakkan, ianya suatu yang tidak ada dalilnya, ia merupakan suatu yang tercela di sisiku, sekiranya seseorang menggambarkan, cara memotong kuku dimulakan dengan jari telunjuk tangan kanan disebabkan kemuliaannya, maka jari-jari yang lain, dia tidak akan dapat menentukannya dengan cara itu. Ya! memulakan dengan yang kanan samaada tangan ataupun kaki itu ada asalnya, kerana Nabi S.A.W. suka memulakan sesuatu dengan sebelah kanan."))
wallahu a'lam.
TOLONG SEBARKAN KEPADA ORANG LAIN DEMI SAHAM AKHIRAT ANDA !!!





